Home / Berita Umum / Menjelang Pemilu 2019 DPP PKS Merombak Kepengurusan DWP Kaltim

Menjelang Pemilu 2019 DPP PKS Merombak Kepengurusan DWP Kaltim

Menjelang Pemilu 2019 DPP PKS Merombak Kepengurusan DWP Kaltim – Empat bulan mendekati Pemilu serentak April 2019 lain kali, DPP PKS mengubah kepengurusan DPW PKS Kal-tim ditengah jalan.

Hakikatnya, Masykur Sarmian berubah menjadi Ketua DPW PKS Kal-tim sampai tahun 2020 lain kali. Sekarang, Masykur ditukar Harun Al Rasyid. Meskipun mengundang pro serta kontra, perombakan itu dipandang tdk merubah soliditas kader PKS di Kal-tim.

Dalam salinan surat di terima merdeka.com, DPP PKS menerbitkan surat ketetapan bernomor : 409/SKEP/DPP-PKS/2018 tertanggal 19 Desember 2018. Dalamnya salah satunya tidak cuman merubah tempat Masykur Sarmian jadi ketua DPW PKS Kal-tim periode 2015-2020, ikut merubah Sekretaris DPW PKS Kal-tim Sarwono, dengan Bijaksana Kurniawan.

Sarwono masih tetap menempati di skema kepengurusan baru menurut SK DPP itu, jadi Sekretaris Dewan Syariah Lokasi DPW PKS Kal-tim. Tapi nama Masykur, terlempar dari kepengurusan.

“Ini soal biasa, untuk penggabungan ke. Ini, tdk bertentangan dengan AD/ART PKS sebab DPP memang punyai otoritas,” kata Koordinator PKS Lokasi Daerah Kalimantan Timur, Zaenal Hasyim, dalam info wartawan di Hotel Grand Victoria, Jalan Letjend S Parman, Samarinda, Sabtu (29/12) sore.

Perombakan pengurus, menurut Zaenal, punya tujuan biar PKS di Kal-tim tambah lebih baik, dapat jadi pemenang pileg di tingkat daerah, sampai pusat. “Untuk 2018, PKS punyai tujuan menakjubkan 12 % (tingkat nasional),” katanya.

PKS sendiri di Kal-tim, turut serta jadi pemenang pasangan Isran Noor serta Hadi Mulyadi, pada Pilgub Kal-tim saat kemarin. Zaenal optimis, perombakan pengurus, tdk merubah soliditas kader mendekati Pileg serta Pemilihan presiden 2019.

“Ini bukan perpecahan PKS Kal-tim. Perpecahan itu, jika kita usir kader kita. Namun, ini kan kita letakkan di pos berbeda. Insya Allah, kader kita terbina, serta gejolak itu akan surut. Perombakan serta perputaran ini, murni persiapan Pileg,” terangnya.

“PKS mesti greget, sebab saat ini lemah, serta bahaya untuk PKS. Saat ini kan ada Parliamentary Threshold (ujung batas parlemen 4 %). Jika tdk penuhi itu, kita bubar,” tegas Zaenal.

Sesaat, Ketua DPW PKS Kal-tim yang baru, Harun Al Rasyid menanyakan balik gagasan 10 DPD PKS di Kal-tim, menuntut DPP berkaitan ketetapan itu. “Lihat dahulu basic hukumnya? Pelanggaran AD/ART manakah yang dilanggar?” tegas Harun, di peluang yang sama.

About admin