Home / Uncategorized / Tiga Orang Sindikat Jual Beli Senjata Ilegal Dibekuk Polisi

Tiga Orang Sindikat Jual Beli Senjata Ilegal Dibekuk Polisi

Tiga Orang Sindikat Jual Beli Senjata Ilegal Dibekuk Polisi – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) meringkus tiga orang sindikat jual beli senjata barah (senpi) ilegal. Dari ke-3 tersangka, polisi mengamankan beberapa puluh pucuk senpi terbagi dalam 18 pucuk senpi laras pendek. Dua salah satunya type pen gun serta 28 air softgun, dan 984 butir amunisi.

Ke-3 tersangka yang berhasil diringkus, yaitu ES, RH, serta P. Dalam aksinya, sindikat itu memakai sosial media WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM), serta Facebook. Sekarang ini, polisi masih tetap memburu satu orang jaringan persekutuan yang telah di ketahui keberadaannya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyebutkan, terbongkarnya sindikat jual beli senpi ilegal itu karena laporan orang-orang. Polisi lalu menindaklanjuti dengan lakukan penyelidikan.

Awalannya petugas menangkap tersangka ES di Solo sekian waktu lalu. Dari tangan ES diamankan paket senpi type pistol saku high standar derringger DM 101 kaliber 22 Magnum serta 10 butir amunisi kaliber 22 LR. Sesudah dikerjakan pengembangan, di ketahui paket senpi nyatanya di kirim oleh tersangka RH. Polisi berhasil mengamankan RH di Cirebon dengan senpi serta amunisinya. Dari tersangka RH didapat info ada keterlibatan P. Setelah itu P juga diamankan di Jakarta dengan beberapa senpi serta amunisi.

“Modus operandi sebelumnya dikerjakan jual beli, tersangka pesan lewat sosial media. Sesudah berlangsung perjanjian serta barang telah ada, lalu di kirim lewat layanan pengiriman barang. Pembayaran dikerjakan lewat transfer, ” tuturnya waktu titel perkara selesai upacara peringatan Hari Lagi Th. (HUT) Ke-71 Bhayangkara di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Senin (10/7/2017).

Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Jateng Kombes Pol Hery Santoso memberikan, ke-3 tersangka adalah persekutuan yang senantiasa berkaitan keduanya. Sekarang ini, polisi masih tetap memburu tersangka beda berinisial I. “Diduga DPO I ini yaitu penyuplai sekalian yang menghadirkan senpi, ” imbuhnya.

Beberapa tersangka telah berulang-kali lakukan transaksi jual beli senpi lewat sosial media. Bahkan juga satu diantara tersangka ES, mengaku telah jual sekurang-kurangnya 50 pucuk senpi beragam type pada pelanggannya.

Ia mengatakan, pada tersangka dengan konsumen tidak sempat berjumpa terlebih dulu. Komunikasi cuma lewat handphone (hp). Karenanya, terkecuali memburu tersangka beda, polisi juga memburu beberapa konsumen senpi dari ke-3 tersangka. “Jika ada barang, deal, serta segera kirim. Sekarang ini akun-akun konsumen yang diperlihatkan oleh tersangka telah ditutup, ” paparnya.

Hery mengatakan, sekarang ini ke-3 tersangka masih tetap mendekam di sel tahanan Polda Jateng untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Tersangka dijerat dengan pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12/Drt/1951 mengenai Penguasaan Senjata Barah dengan ancaman hukuman penjara hingga seumur hidup. “Saat ini berkas perkara dari ke-3 tersangka sudah P21 serta minggu ini juga akan dilimpahkan ke kejaksaan, ” ucapnya.

About admin