Home / Berita Umum / Resmi Tersangka Korupsi Suap PLTU Riau EMS Di Non Aktifkan

Resmi Tersangka Korupsi Suap PLTU Riau EMS Di Non Aktifkan

Resmi Tersangka Korupsi Suap PLTU Riau EMS Di Non Aktifkan – Golkar ambil langkah atas penetapan kader mereka Eni Saragih menjadi terduga masalah suap PLTU Riau-1.Eni tidak diaktifkan dari semua jabatan apa pun yang terkait dengan Golkar.

” Kami me-non aktif-kan Sdr EMS dari semua jabatan apa pun yang menempel dalam kapasitasnya menjadi pengurus Partai Golkar ataupun dalam jabatannya menjadi pimpinan di Fraksi Golkar DPR RI, ” tutur Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily dalam info tercatat, Minggu (15/7/2018).

Point yang dikatakan Ace itu adalah satu diantara empat sikap Golkar berkaitan penetapan Eni Saragih menjadi terduga.Tersebut pengakuan komplit Golkar lewat Ace :

Sesudah dengarkan keterangan KPK (14/6/2018) atas masalah yang menerpa Sdr EMS yang sudah diputuskan menjadi Terduga, butuh kami berikan beberapa hal seperti berikut :

1.Kami sangatlah prihatin atas masalah hukum yang menerpa sdr EMS.Kami menyerahkan pada sistem hukum atas masalah yang dijalaninya.Kami memohon yang berkaitan agar bisa kooporatif pada penegak hukum.

2.Sebenarnya Partai Golkar telah memperingatkan pada semua Pengurus Partai Golkar serta Anggota FPG DPR RI untuk wujudkan tagline ” Golkar Bersih ” seperti prinsip Ketua Umum DPP Partai GOLKAR, Ayah Airlangga Hartarto.Prinsip itu ditegaskan juga dalam Pakta Integritas yang di tandatangani Pengurus DPP Partai GOLKAR tidak untuk bertindak tidak mematuhi hukum, termasuk juga bertindak korupsi.Untuk menguatkan prinsip itu, untuk anggota Fraksi Partai GOLKAR DPR RI sudah diingatkan dengan Surat Pimpinan FPG DPR RI tertanggal 17 Mei 2018 yang melarang beberapa Anggota Fraksi Partai Golkar tidak untuk korupsi serta terima suap.

3.Atas basic itu, kami me-non aktif-kan Sdr EMS dari semua jabatan apa pun yang menempel dalam kapasitasnya menjadi pengurus Partai Golkar ataupun dalam jabatannya menjadi pimpinan di Fraksi Golkar DPR RI.

4.Kami kembali memberikan instruksi pada semua kader Partai Golkar, baik pengurus, Anggota Fraksi Partai GOLKAR ataupun semua kader yang menempati jabatan di Pemerintahan, tidak untuk bertindak korupsi mendekati Penentuan Legislatif serta Pemilihan presiden 2019.Kami tidak mentoleransi beberapa pihak yang ikut serta aksi korupsi itu.

Demikian, untuk di ketahui serta jadi perhatian.

Eni diputuskan menjadi terduga bersama dengan Johannes B Kotjo.KPK mengatakan Eni terima uang dengan cara setahap dengan keseluruhan sampai Rp 4, 8 miliar.Uang itu disangka sisi dari prinsip fee 2, 5 % dari nilai project PLTU Riau-1.

Uang itu di terima Eni dari Kotjo dengan cara setahap, yaitu pada Desember 2017 sebesar Rp2 miliar, Maret 2018 sebesar Rp2 miliar, 8 Juni 2018 sebesar Rp300 juta serta paling akhir pada 13 Juli 2018 sebesar Rp500 juta.Di transaksi yang paling akhir, Eni serta Kotjo diamankan KPK.

About admin