Home / Berita Umum / Polisi Tangkap Dua Guru di Malaysia, Diduga Pukuli Murid Pakai Rotan

Polisi Tangkap Dua Guru di Malaysia, Diduga Pukuli Murid Pakai Rotan

Polisi Tangkap Dua Guru di Malaysia, Diduga Pukuli Murid Pakai Rotan – Dua guru di Kuantan, Malaysia diamankan polisi sesudah satu diantara mereka meneror akan memotong alat kelamin salah satunya siswanya. Ke-2 guru itu juga disangka memukuli siswa itu dengan tongkat rotan.

Senin (3/9/2018), penangkapan dikerjakan sesudah orang-tua siswa itu memberikan laporan aksi ke-2 guru itu ke polisi ditempat. Dua guru yang berumur 43 tahun serta 42 tahun itu mengajar dalam suatu sekolah tahfiz yang berada di Kuantan.

Kedua-duanya diamankan polisi pada Sabtu (1/9) malam waktu ditempat. Bukti diri kedua-duanya tidak disibak ke publik. Cuma dijelaskan jika mereka terdiri atas seseorang guru wanita serta seseorang guru pria.

Sang guru wanita dilaporkan sudah sempat melemparkan ancaman akan memotong alat kelamin korban yang berumur 8 tahun serta membakarnya. Dikatakan Kepala Kepolisian Kuantan, Mohamad Noor Yusof Ali, jika bapak korban yang berumur 25 tahun tahu insiden itu dari satu video yang viral di sosial media.

Video berdurasi 1 menit 19 detik itu tunjukkan sang guru wanita mengatakan ancaman akan memotong alat kelamin korban dengan gunting taman. Dia juga meneror akan membakarnya dengan satu pemantik barah. Ada dua video yang lain yang tersebar luas di internet, yang tunjukkan korban dipukuli dengan tongkat rotan oleh ke-2 guru itu, selesai dituding mengambil makanan temannya.

” Bapak korban dihubungi oleh ke-2 terduga yang mengklaim jika korban mengambil makanan temannya serta tidak menyiram toilet selesai memakainya, ” ucap Mohamad Noor pada Bernama.

Dimaksud Mohamad Noor jika bapak korban geram besar tahu aksi ke-2 guru itu pada putranya serta melaporkannya ke polisi. ” Tidak hanya penangkapan, polisi juga mengambil alih satu tongkat rotan serta gunting taman, ” ucapnya.

” Korban, yang menyalahkan sakit di punggung, dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan untuk dicheck serta masalah ini diselidiki dibawah masalah 31 ayat (1) (a) pada Undang-undang Anak tahun 2001, ” tambah Mohamad Noor.

About admin