Home / Berita Bola / Mantan Pemain Bintang Yang Karirnya Hancur

Mantan Pemain Bintang Yang Karirnya Hancur

Mantan Pemain Bintang Yang Karirnya Hancur – Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo dapat disebut dua pemain paling hebat yang tampak sekarang ini. Ke dua bintang sepak bola itu dikira yang paling sukses, terpenting dalam sebuah dekade paling akhir.

Walaupun diberi kemampuan hebat, Messi serta Ronaldo yang pasti terus butuh usaha giat buat capai kemajuan sama dengan yang sekarang ini digapai.

Di lain bagian, tampak pemain yang diberi kemampuan yang menakjubkan dalam main bola, namun terus tidak sukses. Semestinya, banyak aspek yang bikin banyak pemain itu gak bisa berubah menjadi bintang di lapangan.

Beraneka kendala serta rayuan iringi perjalanan sejumlah pemain dalam ketujuan tangga kemajuan. Alhasil, karir banyak pemain itu mesti hancur sebelum sungguh-sungguh berubah menjadi pemain bintang.

Sejumlah bintang sepak bola seperti Messi, Ronaldo, maupun Andres Iniesta bisa melalui kendala itu. Mereka saat ini tak dikuatirkan kwalitasnya serta dicap jadi pemain kelas dunia.

Namun, tampak juga yang sebaliknya, pemain yang malahan dikira seperti buang peluang jadi megabintang, walaupun punya kemampuan besar.

Berikut daftar lima bintang sepak bola yang mengabaikan karirnya

Mateja Kezman tampil gemintang berbarengan PSV Eindhoven saat dua musim, 2002-2003 serta 2003-2004. Berbarengan PSV, Kezman membuat 105 gol dari 122 pertandingan.

Sesudah itu Kezman masuk dengan Chelsea pada musim panas 2004. Akan tetapi, Kezman tidak sukses tunjukkan tampilan terbaik di Chelsea.

Di bawah bimbingan Jose Mourino, ia cuma membuat tujuh gol dalam 40 penampilannya di semua pertandingan.

Perfoma tidak baik yang ditunjukkan Kezman bikin Chelsea melegonya ke Atletico Madrid pada musim panas 2005 dengan nilai transfer 5, 3 juta pound.

Berbarengan Los Rojiblnacos, karir Kezman malahan makin meredup efek luka lutut. Karir Kezman pun gak berlainan jauh waktu ubah ke Fenerbahce, Paris Saint-Germain, serta BATE Borisov.

Kezman setelah itu akan memutuskan pensiun berbarengan club Hongkong, South China, delapan tahun lalu.

Pada awal karirnya jadi pesepak bola, Rafael van der Vaart udah didapuk berubah menjadi kapten Ajax Amsterdam. Pada 2005, Van der Vaart pergi ke club Bundeliga, Hamburg.

Perform baik Van der Vaart berbarengan Hamburg bikin Real Madrid ikhlas mengambil dompet sebesar 10, 5 juta euro buat mendapat isyarat tangannya pada 2008. Akan tetapi,Sbobet88 dia kalah beradu dengan relasi satu negaranya, Wesley Sneijder.

Situasi itu bikin Rafael van der Vaart cuma bertahan dua tahun serta akan memutuskan pergi ke Tottenham Hotspur. Walaupun termasuk sukses berbarengan Spurs, perihal itu gak cukup bikin Van der Vaart bertahan.

Rafael van der Vaart malahan kembali lagi club lamanya, Hamburg. Sesudah itu, perform Van der Vaart mengalami penurunan sampai berubah menjadi pemain serep klub.

Dia setelah itu pergi ke club La Liga, Real Betis, pada 2015 serta dapat disebut tidak sukses.

Rafael van der Vaart akan memutuskan pensiun waktu memperkokoh club Denmark, Esbjerg fB, lantaran luka.

Anderson punya karir yang dapat di sebut cukup cemerlang. Eks pemain FC Porto itu menangi penghargaan Sepatu Emas di FIFA 2005 serta mencapai trofi Golden Boy pada 2008.

Tampilan apiknya berbarengan Porto cukup menekankan pelatih Manchester United masa itu, Sir Alex Ferguson, buat memasukkannya dengan patok 31, 5 juta euro pada 2007.

Anderson bisa tampil gemintang pada awal karirnya di Manchester United. Akan tetapi,Link Alternatif Sbobet perlahan-lahan, perform-nya tidak pas impian.

Anderson tinggalkan Setan Merah serta pindah ke club Brasil, Internacional, pada 2015 dengan status bebas transfer.

Setelah itu pada September 2019, Anderson akan memutuskan pensiun dari dunia sepak bola dalam umur 31 tahun.

About penulis77