Keluarga Khawatir Sandera Akan jadi Korban Ketika Filipina Serang Abu Sayyaf

Beberapa waktu lalu, dikabarkan ada beberapa warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf di negara Filiphina. Disebut, ada sebanyak 10 orang yang tergabung dalam kapal pengangkut batubara tersebut. Pihak Filipina pun melarang militer Indonsesia untuk ikut campur dan berniat untuk menyerang Abu Sayyaf memakai militer mereka sendiri.

Melihat upaya Filiphina tersebut, keluarga Peter Tonsen Barahama mengaku sangat bersyukur telah ada penyerangan yang dilakoni oleh militer Filipina kepada Kelompok Abu Sayyaf. Akan tetapi, di sisi lain hal itu malah memicu kekhawatiran dari pihak keluarga terkait.

Mereka erasa khawatir, penyerangan itu dapat membuat para sandera juga ikut terbunuh. Kekhawatiran keluarga cukup beralasan sebab dari kabar media, kelompok Abu Sayyaf diserang oleh militer Filipina di Pulau Basilan yang ada di selatan negara tersebut.

“Sebetulnya kami keluarga bersyukur ebab telah ada upaya untuk pembebasan, namun di sisi lain masih ada rasa kekhawatiran kalau para sandera itu bakal menjadi korban penyerangan mereka,” ungkap Charlos Barahama, selaku ayah Peter, hari Senin (11/4/2016) kepada wartawan.. Di dalam penyerangan itu dilaporkan, ada sebanyak 18 tentara Filipina gugur, adapun 50 tentara lainnya mengalami luka, dan 5 anggota Abu Sayyaf meninggal.