Diminta Datang Lebih Awal, Pelatih di Probolinggo Malah Cabuli Atlet Renang

Diminta Datang Lebih Awal, Pelatih di Probolinggo Malah Cabuli Atlet Renang – Seseorang atlet renang daerah di Probolinggo berubah menjadi korban pencabulan pelatih renangnya. Walaupun udah jadi terduga, tetapi pemeran belum pula ditahan.

” Pencabulannya pada Oktober 2018, ” kata NW (41) , bapak korban terhadap wartawan di Polres Probolingo, Senin (4/3/2019) .

NW mengemukakan pemeran merupakan DF. DF adalah pelatih renang anaknya yang kerja jadi Tenaga Harian Terlepas yg berdinas di Dinas Pertanian Pemkot Probolinggo.

NW mengemukakan pemeran mengerjakan pencabulan dengan memohon anaknya yg tetap duduk di bangkus SMP buat ada ke tempat latihan renang lebih awal. Lantaran perintah pelatih, korban lantas mematuhinya.

Kala datang di area latihan, korban langsung diperintah pemeran buat rubah kemeja di kamar mandi musala ditempat. Kala rubah busana tersebut pemeran masuk serta mencabuli korban.

” Anak saya sebelumnya nggak senantiasa jelas ke saya, walaupun perilakunya tidak sama dari kebanyakan. Tetapi lantaran saya desak senantiasa, selanjutnya dia cerita, ” kata NW.

NW menyebutkan ada 2 korban beda yg alami perlakuan sama oleh pemeran. Kedua-duanya ikut saling atlet renang. ” Ada dua kembali yg jadi korban, ya kawan anak saya ini, ” lanjut NW.

Kasat Reskrim Polresta Probolinggo AKP Nanang Fendi Dwi Susanto membetulkan ada laporan perkara pencabulan itu. Berkenaan status pemeran yg belum juga ditahan, Nanang menyebutkan berkat terkait punya sikap kooperatif serta tak kan menghilangkan barang untuk bukti serta melarikan diri.

” Buat bab ditahan atau mungkin tidak, penyidik punyai argumen sendiri tidak untuk membendung. Yg pastinya, ada argumen yg sangatlah tekhnis atas perkara ini. Serta pemeran udah kita pastikan terduga, serta mesti lapor, ” jelas Nanang.